Zola Ingin Sekda Paham Hukum

Zola Ingin Sekda Paham Hukum

Jambi Independent Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli tengah mencari calon Sekda untuk membantu tugas pemerintahan. Saat ini, lelang jabatan sudah dibuka. Lalu, seperti apa sosok Sekda yang diingankan Zola? Apakah Plt Sekda saat ini, Erwan Malik masih masuk radar?

Kemarin, kepada Jambi Independent Zola bicara blak-blakan soal kriteria sekda. Zola ingin sosok Sekda nantinya adalah yang pandai bersikap, pandai bergaul, mengayomi pegawai. Bukan sosok yang bertangan besi. Sekda itu, kata Zola, harus mengetahui banyak hal, termasuk hukum.

"Kita sedang dihadapkan pada persoalan Angs Duo, JBC, itu berkaitan dengan hukum semua. Sekda juga harus paham hukum, supaya tidak salah mengambil langkah,"ujarnya.

Artinya, pejabat yang berlatarbelakang hukum lebih dipriositaskan oleh Zola. Karena tantangan pemprov kedepan sangat banyak. Selain itu, ia ingin sosok sekda yang piawai, terutama bisa menggenjot SKPD agar meningkatkan PAD.

Apalagi, saat ini pemprov tengah mengalami keterbatasan anggaran. Sementara ada wewenang yang berpindah ke Provinsi yakni SMA/SMK. "Bagaimana dengan keterbatasan anggaran, kami harus tetap mengakomodir guru SMA/SMK baik PNS maupun non PNS ini sudah kami gambarkan ke Pansel. Begitu juga dengan kondisi pegawai, jumlah OPD dan tanggung jawab lainnya. Tugas Sekda memang sangat berat, makanya kami inginkan yang betul-betul pantas dan siap,"katanya.

Apakah Zola bakal meninggalkan Erwan Malik? Apalagi Erwan Malik bukan berlatarbelakang hukum? Sejumlah orang dekat Zola juga dikabarkan tak menyukai Erwan Malik.

Zola menjawab diplomatis. Zola menegaskan dirinya tak mau menilai perorangan. Sejauh ini, pada dasarnya kinerja Erwan sebagai Pj Sekda sudah bagus, namun sifatnya sementara. Zola enggan bicara panjang soal Erwan Malik.

Hingga saat ini lebih dari seminggu pendaftaran lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi dibukan, belum ada yang mendaftar. Padahal, hanya butuh empat orang minimal agar lelang jabatan Sekda bisa berlanjut ke tahan berikutnya.

Zola mengatakan minimal harus ada empat pendaftar lelang jabatan Sekda. Dia mengatakan lebih sedikit yang mendaftar, namun berkualitas. Dari pada banyak pendaftar namun tidak memenuhi kualifikasi. "Karena tugas di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) tidak mudah, ada arahan dari Panitia Seleksi yang berbeda dengan pelaksanaan lelang jabatan tahun lalu," katanya.

Zola mengatakan banyak tahap yang harus dilalui, begitu banyak tahapan penyaringan dan juga assesment lelang jabatan Sekda. Namun, Pansel menurutnya menargetkan bahwa tahapan seleksi seluruhnya selesai sebelum Idul fitri mendatang. "Kalau Pansel mengatakan bisa selesai sebelum Lebaran, tentu kami senang sekali," katanya.

Lelang jabatan Sekda ini menurutnya juga harus mendapatkan izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dirinya mengaku sudah bertemu langsung dengan Ketua Pansel, dan membicarakan mengenai tahapan-tahapan lelang jabatan. "Ketuanya dari pusat dua orang, tiga orang akademisi dari Provinsi Jambi dan hanya sebagai anggota saja. Tidak ada pansel dari Pemerintah Provinsi Jambi," katanya..

Dirinya sebagai gubernur sudah berkoordinasi dan bertemu langsung dengan Ketua Pansel untuk mendalami perbedaan lelang jabatan Sekda kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya. " Misalnya syarat yang dulu ada, sekarang ada atau sebaliknya," katanya.

Ditanyakan mengenai kriteria Sekda yang diinginkannya, Zola mengatakan sudah mengatakan ke Ketua Pansel bahwa tugas Sekda sangat berat, sebagai tangan kanan pemerintah. Sehingga prosedurlah yang bisa menyaring seseorang itu layak atau tidak. "Nanti tinggal koordinasi hasilnya dengan saya. Jika sudah dapat orang yang tepat menurut Pansel, itu akan saya ikuti. Yang jelas bisa membantu saya dan Pak Wagub untuk menjalankan RPJMD serta mewujudkan Jambi Tuntas, "katanya.

Sementara, Plt Sekda Erwan Malik belum lama ini menegaskan akan mengikuti proses lelang. Ia mengatakan adanya lelang jabatan di daerah, membuat lelang jabatan di Pemprov sepi peminat.

"Karena jadwalnya tumburan. Kita berharap lelang sekdan dan jabatan berjalan sukses,"singkat bekas Kadis Pendidikan ini.

Erwan yang pernah diperiksa Kejati dalam kasus dugaan korupsi dana beasiswa ini mengaku menyerahkan sepenuhnya lelang jabatan sekda ke Gubernur Jambi. Ia pun memastikan lelang berjalan sesuai prosedur tanpa intervensi. Bila tak dipilih, Erwan sudah siap menjalani amanahnya kini, sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jambi.(enn/mui)

 

 

Sumber.

96 Manggis FM Jambi

2